Bismillah.
وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ
"Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.."
(QS. An Najm : 43)
Dia-lah Allah yang mampu membuat sebab-sebab hambanya tertawa, dan menangis. Kedua nya menyimpan hikmah yang tinggi.
Ada seorang wanita yang rajin berolahraga seperti, senam, fitnes, dan menjaga makan. Suatu ketika ia merasakan sakit, ketika diperiksa terdiagnosis ia mengidap kanker payudara. Ia pun begitu terkejut, bagaimana bisa, padahal saya itu jaga banget makanan dan sering berolahraga, begitu responnya ketika mengetahui hasil dianosa dokter.
Teman saya pada senin pagi ia kerja seperti biasa dan makan bersama teman-teman yang lain, wajahnya pun nampak sehat. Setelah pulang kerumahnya, jam 10 malam pembuluh darahnya pecah, sehingga ia mendapatkan perawatan. Sekarang ia sudah diperbolehkan pulang dan masih harus terapi.
Seorang ayah yang mendapatkan masalah ditempat kerjanya, badannya pun begitu lelah, ia pun pulang dengan kondisi capek. Anaknya menghampirinya dan menceritakan pengelamannya yang seru dan lucu sepanjang hari ayah nya dikantor, sehingga Ayahnya menjadi tertawa dan lelahnya pun sirna.
Allah mampu membuat:
Orang yang sehat bisa jadi terserang penyakit,
Orang yang sedih menjadi tertawa,
Orang yang tertawa menjadi sedih.
Orang yang kaya bisa jadi jatuh miskin.
Bagaimana cara menghilangkan rasa takut akan hal yang tidak kita ketahui dikemudian hari?
Caranya adalah dengan Ridho dengan apa yang Allah berikan kepada kita apapun yang terjadi.
Keridhoan hadir setelah peristiwa, dan hal itu merupakan hasil dari apa yang kamu lakukan sebelumnya. Artinya sesorang akan mudah ridho ketika mengalami suatu kejadian jika sebelumnya ia membiasakan diri ridho (puas) atas apa saja yang Allah berikan.
Jika rasa takut itu tiba-tiba hadir kembali, ingatlah kembali bahwa kamu ridho, bersyukur dan bersabarlah. Yakinlah pertolongan Allah itu akan datang untukmu.
Percayalah apapun yang terjadi nanti itu baik untuk mu. sebaimana rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam menyampaikan dalam haditsnya:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah dia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 5318)
Jadi, apapaun yang terjadi atau menimpa seorang pada seorang muslim, itu baik baginya.
melihat masa depan yang baik dari masalah yang terjadi saat ini. Jika kita menyelesiakan masalah dengan masalah, maka kita tidak pernah melihat hadiah datang dari Allah. ketika kita menyelesaikan masalah dengan berbuat baik kepada mereka yang membuat masalah, maka Allah datangkan kebaikan dari orang-orang setelah mereka. Dan itulah hadiah terbesar dari Allah.
Sebagimana nabi muhammad yang dilempari batu oleh penduduk thaif, dan beliu mendo'akan kebaikan untuk keturunan mereka. Dan benar, setelah itu banyak yang masuk islam dari penduduk thaif.
Jadi, mari kita bersiap untuk mendapatkan hadiah dari Allah setelah ini.
Komentar
Posting Komentar