Bismillah,
Setelah saya kirim video kisah Amirul mukminin umar bin abdul aziz tentang anaknya yang meminta baju baru untuk eid, sampai juga wa japri ke saya mengenai THR nya.
Izinkan saya memotivasi diri sendiri dan mungkin bisa bermanfaat juga buat para pembaca. Tulisan ini terkait rezeki.
Bismillah saya memulai tulisan ini.
....نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ
"... Kami akan memberikan rezeki kepadamu dan kepada mereka..."
Potongan ayat dari surah al an'am ayat 151 ini mengingatkan kita bahwa Allah lah yang memberikan rezeki kepada semua. Allah yang memberikan rezeki kepada anak-anak kita, dan bahkan yang memberikan rezeki kepada kita sebagai orangtua.
Hadits nabi yang diriwayatkan ibnu majah:
Habbah dan Sawwa anaknya Khalid, keduanya berkata, "Kami pernah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau sedang memperbaiki sesuatu, kami lalu berkeluh kesah kepadanya, maka beliau pun bersabda: "Janganlah kalian berputus asa dari rizki Allah selama kepala kalian masih bergerak. Karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan merah, tidak memiliki suatu apapun, lalu Allah 'azza wajalla memberinya rizki."
Dari Abu Tamim Al Jaisyani dia berkata; saya mendengar Umar berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberi rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rizki terhadap burung, ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang."
Dari dua hadits ini kita dikuatkan lagi, bahwa setiap manusia itu memiliki rezekinya masing-masing. Selanjutnya kita meyakini Qur'an dan hadits nabi itu benar. Dan keyakinan itu kita tunjukan dengan langkah kaki yang kuat, semangat yang membara, dan pikiran yang positif.
Guru saya bercerita, dahulu ia pernah tidak punya pekerjaan sama sekali, dan istrinya berhenti dari pekerjaan menjadi penerjemah.
Suatu hari beliau keluar rumah dan istrinya bertanya : "Mau kemana bi?", "Mau ikhtiar", jawabnya.
Dalam hatinya "saya juga bingung mau kemana,tapi janji Allah itu pasti benar".
Keluarlah beliau dari rumah dan ditengah jalan bertemu temannya, "Mau kemana?" Temennya bertanya. Beliau menjawab "keliling aja". "Ikut ane yuk, ada proyek nih". Tanya temennya. Dalam hati beliau "Alhamdulillah", "Boleh", jawab beliau.
Ini contoh nyata dengan kita bergerak keluar dengan ikhtiar dan tawakal disertai keyakinan bahwa Allah yang memberikan rezeki. Allah pertemukan beliau dengan jalan rezekinya.
Ayah-ayah yang insyaallah Sholeh.
Jika kita niat memberikan sesuatu untuk orangtua di kampung, atau untuk hadiah anak, maka niat itu mulia dan bisa dicatat sebagai amal kebaikan. Tugas kita adalah memohon kepada Allah agar dimudahkan. Apabila itu merupakan rezeki mereka, pasti Allah kasih, lewat siapapun tak mesti lewat kita.
Terakhir, yakinlah kepada Allah dan pada apa yang disampaikan oleh Nabi.
Cairkan Rizki kita dengan ketaatan kepada Allah dan memohon dengan keyakinan kepada Allah.
Perbanyak istighfar diperjalanan ikhtiar menjemput rezeki, semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk kita semua dihari yang agung *eid mubarak*
Aamiin.
Wallahu a'lam.
Komentar
Posting Komentar